Mengenal Cinta Sejati
Memang tak dapat dipungkiri bahwa CINTA merupakan urusan yang paling terpenting s’kali dalam kehidupan manusia. Tidak ada kesibukan lain yang lebih menyita perhatian manusia selain urusan Cinta. Sejak dahulu kala hingga dewasa ini, Cinta mempunyai tempat yang paling dan sangat spesial dalam eksistensi kehidupan manusia di dunia.
HATI itulah tempat yang selalu diidam-idamkan tiap orang, karena pabrik yang menciptakan “Sejuta Kebahagiaan”. bahwa sejak kehadiran dan keberadaanya CINTA bersumber dari HATI. Pengenalan akan Cinta dari hatilah yang menjadi manifestasi dari perasaan kasih mendalam antara dua insan yang saling memiliki.
Tidak mudah, cinta itu bisa diterangkan serta diilustrasikan dengan kata-kata. Ia memiliki daya yang kuat pada diri manusia dan melekat dengan kuat. Dalam proses perealisasian akan amat terasa, rasanya saat bersama. Tak seorang pun yang mau hidup tanpa teman, yang membuat kita bermoral adalah adanya perhatian secara pribadi terhadap orang-orang tersayang dengan rasa memiliki.
Penyataannya adalah perasaan sosial yang paling fundamental, sekaligus sebagai perekat emosional yang menyatukan manusia. Pernyataannya itulah yang kemudian menjadi sentimen yang dirasakan terhadap seseorang yang kita inginkan, sebagai suatu emosi yang abstrak, karena menjadi bibit dari yang dinamakan cinta.
Kendatipun demikian tutur G. Marcel (Seorang Filsuf Kelahiran Paris 1989-1973). Tak ada manusia yang hidup sendirian tanpa orang lain. Adanya manusia berarti ada bersama dengan orang lain. Orang lain ada dan hadir bersama-sama dengan saya dalam kehidupan ini. Cinta membuat “Aku” dan “Engkau” Menjadi “Kita”. “Kita” adalah Communion, kebersamaan, yakni kehadiran “Aku” dan “Engkau” dalam bentuk yang paling sempurna.
Inilah power yang kemudian menyatukan manusia, serta yang memungkinkan manusia membangun kehidupan bersama adalah cinta. Sebab sumber cinta ini berada pada unsur rasa, yang merupakan ungkapan perasaan, didukung oleh unsur karsa, berupa tingkah laku dan dipertimbangkan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Maka, pada hakekatnya cinta itu ialah saling menghormati dan hidup sesama manusia. Hal ini, didasarkan pada kenyataan bahwa eksistensi dan hidupku hanya mungkin terjadi bersama orang lain, sesamaku.
Cinta itu nafas hidup dan kebutuhan dasar bagi perkembangan hidup manusia, ketika kebutuhannya tak terpenuhi maka orang akan mengalami gangguan serius. Cinta itu menyembuhkan yang terluka, menyegarkan yang layu, dan menghidupkan yang mati. Manusia mebutuhkan cinta selayaknya ia membutuhkan makan dan minum, harus terus-menerus diupayakan agar manusia tidak kekurangan “gizi” rohani dan jasmani.
Kerajaan cinta harus ditegakan supaya manusia dapat berkembang menjadi manusia yang seutuhnya dan yang sejati. Sebab, di dalam cinta orang keluar dari diri sendiri dan memberi diri pada orang lain sepenuhnya apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Tujuan memberi diri kita ini, agar memperkaya dan menyempurnakan orang yang dicintai. Pada akhirnya supaya setiap orang dapat mencapai taraf kesempurnaan diri.
Pemberian cinta kepada orang atau memberi diri bukan karena “Engkau Begini” atau bukan “Engkau Begitu”. Cinta sejati itu tidak membutuhkan pertanyaan seperti : “Mengapa dirimu Mencintai Aku ? ”. mencintai tidak dengan syarat, tetapi engkau hadir bersama sebagai manusia.
Mengenal cinta yang sesungguhnya lahir dari kemauan dan keberanian dalam situasi yang orang saling mengerti, memberi, menerima apa adanya, pendek kata saling membahagiakan. Walaupun perjuangan memenuhi kebutuhan cinta, tak semudah membalikan telapak tangan. Tetapi melalui banyak usaha, bahkan tak jarang melalui proses jatuh bangun berulang-ulang. Namun itu bukan menjadi tolak ukur, akan tetapi sikap batin yang tertuju pada terwujudnya suasana kehidupan harmonis yang penuh damai dan bahagia.
Tetapi juga yang terurgen adalah keutamaan dimensi rohani dalam proses pengejewantahan cinta yang terbatas, yang melampaui dimensi ruang dan waktu. Cinta yang bersumber pada dimensi rohani ini merupakan daya hidup yang ditanamkan Tuhan di dalam diri manusia. Dengan HATI yang terbuka terhadap daya rohani ini, cinta mampu menyerap selurh sistem dan tatanan kehidupan manusia dengan damai dan kebahagian yang kekal dan abadi selamanya.
Mengenal Cinta
Sejati.
Pandangan
mendalam Socrates tentang cinta
bahwasanya “Cinta Sejati adalah jembatan
yang menghubungkan jiwa dengan kebenaran abadi”. Menurutnya cinta tidak
sekadar melihatnya sebagai perasaan romantis belaka atau emosi semata,
melainkan sebagai kekuatan transformatif yang menghubungkan jiwa manusia dengan
kebenaran yang abadi. Socrates mengajarkan bahwa cinta sejati merupakan jalan
untuk menggali hakikat diri dan alam semesta, membawa individu lebih dekat
kepada pemahaman tentang kehidupan secara keseluruhan.
Socrates
melihatnya sebagai kekuatan universal yang melampaui batas-batas emosi sesaat.
Menurutnya, cinta sejati bukan hanya menghubungkan duan insan, melainkan juga
mengaburkan perbedaan yang memisahkan manusia dari esensi kebenaran yang abadi.
Dengan demikian, cinta merupakan proses penerahan batin yang mengantarkan jiwa
pada pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas.
Cinta sejati memiliki peran yang jauh lebih mendalam daripada sekedar
emosi. Melalui cinta, seseorang dapat menembus batas-batas duniawi dan
menemukan kebenaran yang menyatukan hati dengan pikiran. Perihal ini mengajak
setiap orang untuk menjalani kehidupan dengan penuh kehangatan, refleksi,
interpretasi, dan pencarian yang terus-menerus menuju pencerahan bati. Di dunia
kontemporer, integrasi nilai-nilai cinta dalam setiap aspek kehidupan, dari
hubungan pribadi hingga pendidikan dan kepemimpinan, mampu menciptakan
lingkungan yang lebih harmonis, bermakna dan penuh inspirasi.
Bukan hanya hubungan romantis yang autentik

Komentar
Posting Komentar