Berkiprah dalam Imajinasi

Ilustrasi Imajinasi (Source : Bola.com)

Ingin aku berkisah, menceritakan sebuah mimpi. Jika ada yang bisa mendengarkan ku di seberang sana ! "Halloo,,, Apakah ada orang disana" ?

Aku pasti akan terlihat bahagia bila orang-orang yang peduli terhadap semua mimpi-mimpiku. Mendengarkan suaraku adalah keinginanku. Sebab aku tahu bahwa masih ada orang yang berpaling padaku, dan tidak menganggapku congo.

Siang berlalulah, aku menunggu malam datang untuk membawaku ke alam mimpi, menemukan banyak hal membuatku bisa tersenyum lebar, aku bisa tertawa terbahak-bahak dan membuat sesuatu yang bisa kulakukan.

Siang ini terlalu menyiksa, membuat batinku terlena, sesak. Setiap tetesan keringat membasahi seluruh tubuhku dan mengering dengan sendirinya.

Entahlah apa kata orang, ketika aku sering terlarut dalam alam mimpi, seringkali enggan untuk kembali. Meskipun sebenarnya hal itu sulit bagiku.

Suatu ketika aku bersama para bajak laut, ku kibarkan semua mimpi ini bersama sang saka tenggorak. Sembari mengarungi jagat raya, entah kapan aku berbalik dari tempat ini ?

Aku menyelipkan mimpi itu untuk kebersamaan. Bahwa kami sedang bersama dalam Kapal ini, duduk dengan secangkir kopi dan mulai menceritakan mimpi itu.

Karena aku merasa semua ini bagian dari hidup, tanpa kalian apalah daya aku. Apapun suara yang mengaung dan perintah yang keluar dari Kapal ini, aku akan mendengarkan, akan melakukannya.

Memang diriku bukan siapa-siapa, tapi  tidak apa-apa ! Bukan bajingan juga, bukan pengecut, juga bukan tanding untuk sebanding. Jika aku dihimpit, lantas haruskah persalahkan mimpiku sendiri ?

Alam mimpi adalah ranah untuk mengembara. Semua itu melekat pada diri kami, dari situlah kami bermimpi, bangun dan berekspresi dalam kehidupan di dunia nyata.

Tidak banyak mimpi yang membuat kami menyenangkan, tetapi cukup memberikan pengalaman yang mapan untuk menata masa depan yang penuh dengan misteri.

Meskipun terlihat kelam dan seram, namun sebagai tantangan terbesar dalam hidup. Memang aku suka tantangan itu, untuk mencoba dan memberanikan diri.

Semoga mimpi di hari ini, akan aku bangun dan menceritakannya pada sebuah masa yang akan datang, sebab banyak kebajikan senantiasa menanti kita di seberang sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Agama Tidak Relevan Bagi Manusia

Luka Tak Lahir dari Huruf

Menulis Untuk Pertama Kali